Entri Populer

Kamis, 31 Maret 2011

Bagaimana Tsunami Bisa Terjadi?

Bagaimana Tsunami Bisa Terjadi?

.

Gelombang tsunami menjalar dengan kecepatan 71.000 km/jam di laut dalam, sama seperti kecepatan pesawat jet. Kecepatannya melemah menjadi sekitar 50 km/jam pada saat mendekati garis pantai. Tinggi gelombang tsunami sekitar 1-2 meter pada saat menjalar di laut dalam. Akibatnya, kapal yang sedang berlayar di laut dalam jarang merasakan gelombang tsunami. Namun pada saat mencapai pantai, ketinggiannya membesar den bisa mencapai 4-24 meter. Tinggi gelombang tsunami di garis pantai ditentukan oleh besar kecilnya gempa, morfologi dasar pantai, dan bentuk garis pantai. Pada pantai yang landai dan berlekuk seperti teluk dan muara sungai, tinggi gelombangnya bisa mencapai maksimum. Panjang gelombang tsunami bisa mencapai ratusan kilometer dan menyapu selama satu jam tanpa henti.

Tsunami terjadi ketika gaya yang sangat kuat mengguncang lautan. Gambarannya sebagai berikut, jika kita melempar batu ke kolam, batu itu akan mengambil ruangan yang tadinya ditempati air. Batu itu mendorong air keluar. Pergerakan air mengganggu seluruh bagian kolam dan menghasilkan serangkaian gelombang. Ketika guncangan dahsyat terjadi di lautan yang dalam, terjadi efek serupa dalam skala yang lebih besar, yang mengakibatkan bencana. Inilah yang dimaksud dengan tsunami.

Apakah tsunami menakutkan?
Ya! Efek tsunami bisa sangat merusak. Gelombang tsunami dapat masuk sampai jauh ke daratan dan menyebabkan kerusakan yang parah. Tsunami adalah salah satu bencana alam yang paling menakutkan.

Apakah tsunami sering terjadi?
Ya! Orang berpikir bahwa tsunami jarang terjadi. Ini tidak benar. Tsunami tercipta dari berbagai kejadian dan sangat sering terjadi. Namun, tsunami dahsyat yang menyebabkan kerusakan sangat parah dan korban jiwa yang sangat banyak jarang terjadi.

Permukaan bumi tersusun atas bongkahan daratan raksasa yang disebut lempeng tektonik. Lempeng ini berada di atas lapisan besar batu panas yang disebut mantel. Lempeng selalu bergerak sepanjang waktu. Pada garis batas antar lempeng terjadi pendorongan, pergesekan, atau tumbukan frontal. Area pertemuan kedua lempeng disebut patahan.

Di beberapa tempat, gelombang tsunami dipengaruhi oleh terumbu dan teluk atau kemiringan pantai. Ombak yang melanda pantai akan bertambah tinggi jika melalui selat yang sempit. Gempa bumi bisa mengakibatkan perubahan besar di dasar lautan dan mempengaruhi arus air di laut. Pantai pun bisa berubah karenanya. Gempa bumi dapat mengakibatkan turunnya garis pantai hingga di bawah air secara permanen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar